Ketabahan Dan Kesabaran Rasulullah Berdakwah Di Thoif

usmile

        Assalamualaikum Wr.Wb

        Rasul yang mulia ingin menyebarkann Islam di kota Thoif. Masyarakat Thoif masih jahiliyah dan masih primitif, sehingga yang berlaku adalah hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa, dan siapa yang lemah dia tertindas dan siap untuk di jadikan budak. orang kaya sangat di puja-puji, sedangkan orang miskin di hina dan di caci maki. sedangkan agama penduduk Thoif adalah penyembah berhala.

usmile

Thoif

       Dengan penuh keyakinan dan niat yang tulus, berangkatlah Rasulullah ke kota Thoif dengan berjalan kaki, padahal saat itu panas matahari begitu teriknya, akan tetapi Rasulullah tidak mengenal lelah. dengan lemah lembuh dan tutur kata yang begitu mempesona, rasulullah berkata kepada penduduk Thoif : ” Wahai saudaraku kita adalah mahluk yang paling mulia, Allah memberi akal dan hati sehingga kita berbeda dengan mahluk yang lainnya, wahai saudaraku sembahlah Allah yang telah menciptakan lagit dan bumi seisinya dan tidak ada tuhan kecuali Allah, dan aku (Muhammad) adalah Rasulnya. Wahai saudaraku tinggalkanlah perbuatanmu menyembah berhala dan perbuatan jahat lainnya, masuklah kedalam Islam, sehingga engkau mendapat kedamaian di dunia dan di akhirat, dan Allah akan menempatkan engkau di tempat yang paling mulia yaitu surga. Namun jika engkau menolaknya dan tetap keras kepala sehingga kamu tetap menyembah berhala pasti Allah akan menempatkanmu ke tempat yang sangat hina yaitu “neraka”.

     Lalu rasululah membacakan surat Al-Imran 31-32

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.

        Setelah mendengar kata-kata dari Rasul , penduduk Thaif tidak menerima ajakanya  karena menyembah berhala sudah merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyangnya yang akan di pertahankan. Akhirnya Rasul di caci maki dengan kejinya, dilempari batu dan kotoran dan penduduk Thoif mengusir Rasul dengan tidak mengenal belas kasihan.

        Muka Rasul penuh dengan darah dan air mata yang tidak bisa di tahan sampai Rasulullah tidak kuat berjalan, kendatipun kakinya sakit penuh dengan lumuran darah, di bawah pohon anggur Rasulullah istirahat kemudian Rasul berkata “Ya Allah hanya kepada engkaulah kami mengabdi, aku tetap ridho selama Allah tidak membenciku.

       Dengan suasana duka yang amat mendalam tiba-tiba Malaikat Jibril datang sambil berkata : ” Wahai Rasulullah, engkau adalah kekasih Allah, manusia yang paling mulia didunia ini, tetapi engkau di perlakukan lebih rendah dari pada binatang oleh penduduk Thoif. Apakah perlu penduduk Thoif kami hancurkan??

       Dengan senyum menahan rasa sakit, rasul yang mulia berkata “aku di utus untuk memperbaiki umat, bukan untuk merusaknya mereka berbuat kasar dan mengusirku karena memang mereka tidak tahu, andaikata bapaknya tidak mau beriman, mudah-mudahan cucunya mau beriman. Lalu Rasulullah bedoa: “Ya Allah mudah-mudahan mereka di beri petunjuk karena memang mereka tidak mengerti”.

Be the first to comment on "Ketabahan Dan Kesabaran Rasulullah Berdakwah Di Thoif"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*