Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks

Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks

Assalamu’alaykum usmiler . Assalamu’alaykum usmiler .

Semoga masih tetap setia disini menunggu berita-berita yang pastinya akan membuat usmiler semua tersenyum. Kali ini kita akan sedikit belajar dan bermain tentang waktu (*heh.. kok waktu dimain-mainin sih. Gak boleh tau !..) 😉 tenang..tenang.. jangan multi-interpretasi dulu donk, yg begini ini nih “..karena dari dulu sampe sekarang kita selalu dihadapi dengan yang namanya teori : kalau pahamnya salah, atau salah paham.. maka dari itu guru2 kita selalu berkata ‘Wallohua’lam bi murodhihi’ saat memberikan statement..” nah begitu tuh kata si combro,.. *eh maaf, si nusr*n wahid dengan begitu sok pintarnya, tambun nya, anggun nya, molek nya, dan lemah gemulainya menyatakan bahwa MUI saja tidak berhak melakukan penafsiran pada Al-Qur’anul Karim. Lah, kenapa jadi bahas beginian 😀 .. maap-maap, ane kalap, *eh khilaf.

Jadi begini..uhukk (supaya kita lebih pede, diharapkan untuk usmiler semua (para pembaca) agar berdeham atau batuk-batuk kecil dulu, menampakkan muka serius, fokus, tegang, keringat dingin, dan berdarah-darah.. nah loh ngaco lagi.. *maap 😀 ). Mohon maaf karena saya orangnya senang bercanda dan stay cool (tetap dingin).

Pernah dengar paradox kembar atau twins paradoks??, Untuk mempermudah pemahaman ini, Albert Einstein menggunakan ilustrasi paradox kembar atau twins paradox perihal dilatasi waktu. Jika kita cari di wikipedia.org, maka hal ini diartikan bahwa terdapat sebuah relativitas diantara pengamat yang mengamati pergerakan jam satu sama lain. Dimana salah satu pengamat menganggap jam pengamat lain bergerak lebih lambat dari jam miliknya.

Di analogikan, paradoks kembar ini meninjau pada sebuah cerita anak kembar, katakanlah Hasan dan Husein yang bermukim di bumi (bukan di antariksa 🙂 ). Andaikan Hasan melakukan perjalanan antariksa dengan sebuah pesawat roket menuju ke suatu planet jauh. Sementara Husein tetap bermukim di muka bumi. Hasan yang memahami konsep teori relativitas khusus, mengetahui bahwa jam saudara kembarnya akan berjalan melambat relatif terhadap jam miliknya. Karena itu, Husein akan lebih muda dari padanya (Hasan). Ini tidak lain adalah apa yang tersirat pada dilatasi diatas yang sempat saya singgung (efek pemuluran waktu). Dengan mengingat kembali hal tersebut, diketahui bagi dua pengamat tersebut masing-masing menganggap bahwa jam saudaranya/ pengamat lain lah yang bergerak lebih lambat.

dan Inti Masalah atau Pokok Bahasan kita disini adalah…. Siapa yang lebih muda ?.. Hasan ??.. Husein ??..

Jika dilakukan perhitungan dari acuan Husein yang tinggal di bumi, maka hasilnya akan berbalikan dengan apa yang di duga oleh Hasan. Pemecahan akan hal ini adalah dengan mengkaji pergerakan relatif terhadap kerangka lainnya dengan kecepatan tetap, dalam hal ini Hasan dan roketnya.

Agar lebih ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan dihadapan para panelis dalam sidang paripurna penentuan kelulusan yang berdampak pada nilai cum laude yang mungkin di raih ..*halahh mulai lagi 😀 . Maka pembahasan dilakukan secara numerik. Saya coba berikan gambaran seperti berikut

Diketahui :
Husein : stay dibumi
Hasan : pergi ke antariksa (planet).
Jarak planet dari bumi : 12 tahun cahaya.
Pergerakan Hasan ke antariksa : 0,6 c
Ditanya : Usia siapakah yang lebih muda ?.. atau bisa saja dibalik, mana yang lebih tua ?
Dijawab :
Berikut gambaran (yg mudah-mudahan) proporsional :
Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks

    • (Menurut perkiraan Husein) Hasan membutuhkan waktu 20tahun untuk mencapai planet (n x 0.6c = 12th. cahaya)
    • n = 12/ 0.6
      n = 20th.
    • Total pulang pergi Hasan menurut Husein : 20+20 = 40th.
    • Husein ingin mengetahui secara pasti jika Hasan sudah sampai di planet saat awal berangkat, jadi ia mengirimkan sebuah signal dari bumi ke planet.
      Cahaya membutuhkan waktu 12th untuk sampai ke tujuan (dari Bumi-Planet). Jadi selang waktu 32th (20+12) Husein mendapat kabar bahwa Hasan sudah tiba di planet. Delapan (8) tahun kemudian Hasan kembali ke bumi.
    • Jadi, Usia Husein : 40 tahun
    • Dari kerangka acuan Hasan ke roket, jarak bumi ke planet menyusut sebesar :
      Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks
    • (Menurut perkiraan Hasan) Pada laju 0.6c , Hasan mengukur lama waktu :

Jika 0.8 x 12 = 9.6 tahun cahaya , maka : 0.6 x n = 9.6 .. Berapakah n ??.. n = 16 tahun cahaya.

    • Jadi, Usia Hasan 32th. 16(pergi)+16(pulang)

Untuk mempertegas point-point diatas, signal yang diterima Hasan (dikirimkan oleh husein) akan mengalami pergeseran atau efek Doppler. Jadi, focus dengan Hasan J dengan perhitungan dibawah.
Maka berlaku rumus (tidak usah pusing rumus ini berasal darimana, anggap saja posisi kita kembali ke Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Atas dimana zamannya kita di ‘cekokin’ mentah-mentah ..jiahahaa) :
(perjalanan pergi)
Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks
(perjalanan pulang)
Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks
Pergi (16th.) x 0.5 th. = 8 x Husein mengirim signal setiap 1 tahun Pergi (16th.) x 0.5 th. = 8 x Husein mengirim signal setiap 1 tahun

Cara Membaca :
Selama Hasan pergi, Hasan menerima 8 signal dari Husein (dikirim 1 signal setiap tahun). Selama pulang, menerima 32 signal dari Husein (dikirim 1 signal setiap tahun). Jadi, jelas ya siapa yg lebih tua 😀

Be the first to comment on "Simulasi Teori Einstein menggunakan Twins Paradoks"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*