Mengenal Tokoh Kontroversial Korea Utara – Kim Jong Il

Kim-Jong-il-portrait

Mengenal Tokoh Kontroversial Korea Utara - Kim Jong IlKim Jong Il – atau “Pemimpin terhormat” sebagaimana ia biasa disebut orang-orang di Korea Utara, Pyong Yang – dianggap sebagai orang yang ‘gila’. Mungkin para usmiler akan bertanya-tanya apa yang ‘gila’ dari seorang mantan orang nomor satu di negara komunis yang sangat tertutup dari pemberitaan media yakni Korea Utara. Jadi, mari kita Mengenal Tokoh Kontroversial Korea Utara – Kim Jong Il. Mungkin perilaku ini menurun pada anaknya yang juga memangku jabatan orang nomor satu di Korea Utara, Kim Jong Un. Apa yang membuatnya dikatakan ‘gila’ dan apa motivasinya berbuat demikian ?.

Ia menculik seorang sutradara film Korea Selatan beserta istrinya agar mereka dapat memfilmkan biografinya.

Ia menculik seorang sutradara film Korea Selatan beserta istrinya agar mereka dapat memfilmkan biografinya. Perilaku aneh ini menakutkan bagi seseorang yang mengklaim memiliki senjata-senjata nuklir. Namun apa yang memotivasi Kim Jong Il untuk bertindak demikian?.

Hedonisme merupakan salah satu motivatornya. Kim berlari dari satu istana ke istana lain diiringi konvoi Mercedes hitam. Ia memiliki semua mainan dan gadget terbaru. Ia mengirim kokinya ke Tokyo untuk mendapatkan sushi terbaik dunia, ke Iran untuk caviar, ke Singapura untuk pepaya, dan ke Copenhagen (Denmark) untuk bacon. Gudang anggurnya menyimpan koleksi sebanyak 10.000 botol. Nasi yang dimakannya setiap hari melalui tahapan-tahapan ketat pemilahan beras untuk menghindari bagian yang kurang baik. Kim juga menyelenggarakan pesta-pesta yang memutar film-film terbaru Hollywood, dan sepertinya memiliki sekitar 20.000 film. (Sutradara Team America: World Police, yang membuat lelucon tentangnya, mengirim satu salinan film tersebut untuk dikoleksi)

Ia sering berpindah dari satu istana ke satu istana lain, seperti Saddam Husein, untuk menghindari pembunuhan.

Tampaknya, Kim juga termotivasi oleh rasa takut. Ia sering berpindah dari satu istana ke satu istana lain, seperti Saddam Husein, untuk menghindari pembunuhan. Ia “sangat khawatir” dengan kelangsungan hidupnya. Ia dilaporkan telah berkata, “Tanpa senjata nuklir, kita akan diserang.” “Kim Jong Il tidak hidup dalam ilusi,” kata Hwang Jang-Yop, seorang bekas ajudan yang menyeberang ke Amerika Serikat. “Bila berpikir bisa menang, ia tidak akan ragu untuk menyerang. Ia tidak berpartisipasi dalam perang karena tahu dengan sangat baik bahwa ia tidak bisa menang. Ia akan melakukan apapun yang terbaik untuk dirinya.”

Hedonisme dan rasa takut berlebihan. Sungguh merupakan sepaket motivator untuk dirinya. Namun bukan merupakan sebuah suri tauladan yang baik.
Wallahua’lam.

Sumber :
Stephen P. Robbins-Timothy A. Judge, “Organizational Behavioral.” Pearson Education, 2008.

Be the first to comment on "Mengenal Tokoh Kontroversial Korea Utara – Kim Jong Il"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*